Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2015

KUMPULAN PUISI KARYA CHAIRIL ANWAR

Kumpulan Puisi Chairil Anwar.

 Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kauTak perlu sedu sedan ituAku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuangBiar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjangLuka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih periDan akan akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

TAK SEPADAN
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka
Februari 1943

Senja di Pelabuhan Kecil
Buat Sri Ayati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

Kawanku dan Aku
Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan
Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat
Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga
Dia bertanya jam berapa?
Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti

Kepada Kawan

Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,
belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,
layar merah berkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!
Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!

Doa
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Kepada Peminta-minta
Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku
Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari muka
Sambil berjalan kau usap juga
Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah
Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku
Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku

Cerita Buat Dien Tamaela
Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu
Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut
Beta Pattirajawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan
Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama
Dalam sunyi malam ganggang menari
Menurut beta punya tifa,
Pohon pala, badan perawan jadi
Hidup sampai pagi tiba.
Mari menari!
mari beria!
mari berlupa!
Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati, gadis kaku
Beta kirim datu-datu!
Beta ada di malam, ada di siang
Irama ganggang dan api membakar pulau…
Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

Sebuah Kamar
Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu.
“Sudah lima anak bernyawa di sini,
Aku salah satu!”
Ibuku tertidur dalam tersedu,
Keramaian penjara sepi selalu,
Bapakku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu!
Sekeliling dunia bunuh diri!
Aku minta adik lagi pada
Ibu dan bapakku, karena mereka berada
d luar hitungan: Kamar begini
3 x 4, terlalu sempit buat meniup nyawa!

Hampa
Kepada Sri
Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai di puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencengkung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS 
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.
RUMAHKU
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampakKulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalanKemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke manaRumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranakRasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu27 april 1943 
  PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut sendaSepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh akuHidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

Puisi Cinta yang Romantis

Puisi Romantis

Puisi Romantis , Mengungkapkan perasaan yang sangat spontan melalui bait-bait kalimat demi kalimat .
dan berikut kumpulan puisi romantis yang bisa anda gunakan juga untuk pacar anda ......

''Rasa Rindu''

Sunyi senyap tiada kata yang terucap
Serta rasa rindu yang slalu bergejolak
Namun tiada bisa merubah sgalanya
Hanya dapat merasakan kepedihan yang seakan dalam

Rasa ini sungguh tak dapat terpendamkan
Namun hati ini akan slalu mengenangmu
Kau yang slalu ku puja nan ku sayang
Tiada kata selain ku sayang kamu

Mengenang dirimu adalah suatu yang menyenangkan
Karna kau yang memberi kehidupan padaku
Namun rindu ini slalu hampa tanpamu
Dan bila engkau jauh dariku

Tapi aku yakin kau pasti kembali
Membuka hati ini yang slalu sepi
Karna aku tahu bahwa kau merindukanku
Tapi sesekali ini aku tak akan melepaskanmu wahai cinta
Sebab aku yang slalu kehilangan cinta itu.

''Dirimu''

kau yang slalu membuat ku tersenyum
bagaikan akulah mahluk yang paling bahagia
dirimu yang slalu dihatiku
hingga kau tak pernah luput dari hatiku

bayanganku slalu teringat dirimu
tentang senyum yang indah nan lugu
berharapkan kau jadi milikku
hingga nanti sampai aku mati

terbayang bayang akanmu
untuk slalu merindumu
berharap engkau tau
bahwaku cinta kamu tuk slamanya….

 ''Wanita Terindah''

baru ku sadari…
hati ini kembali…
akan cinta yang dulu sepi…
berharap akan kembali…

setiap engkau jauh…
hati ini terpaku…
akan mu, akan dirimu
ku tak bisa hidup tanpamu…

hanya kaulah wanita terindah
yang sedang hadir dalam hidupku
tanpamu aku takkan bisa…
menghadapi semua ini….

entah sampa kapan ini terjadi
entah dari kapan rasa ini kembali
yang dulu pergi kian kembali
semua ini hanya untukmu…

''Sahabat''

berat rasa hati ini ketika jauh dari dirimu
dan hampa terasa, dirimu tak disisihku
lamunan demi lamunan pun terbayang akanmu
berharap kau ada disisihku…

kau yang slalu setia menemaniku
di setiap hariku kau yang slalu membuat ku bahagia
hingga kau tak bersamaku lagi
entah sampai kapan rasa itu akan datang kepadaku

hingga kini ku nantikan sesosok dirimu lagi
yang slalu menemaniku lagi di setiap aku membutuhkan mu
walaupun kau bukan wanita yang kucinta
namun aku akan tetap menyayangmu sebagai sahabat

betapa berartinya dirimu buat diriku
namun diri ini terlalu bodoh untuk semuanya
yang telah meninggalkan dirimu
dan maukah kau memaafkanku

hanya engkaulah sahabat yang terindah nan juga yang paling kusayang
seperti diri ini mencintainya
seperti sang rembulan yang slalu ditemani sang bintang
dan kau yang tak lekang oleh waktu untuk slamanya….

''Pengagummu''

 wajahmu mengingatkanku
pada dirinya yang slalu kurindu
dan wajahmu mengingatkanku
akan dya yang slalu menemaniku

kuperhatikan semua tingkah lakumu
agarku yakin tentang rasaku
rasa yang dulu pernah punyaku
kini hilang terasa dipundakku

taukan bahwa kau yang kurindu
karna kau tak tau hal itu
bahwa ku suka kepadamu
akankah hatimu terimaku

aku hanyalah pengagummu
dan hanyalah perindumu
berharap nanti kaumilikku
untuk slamanya….

 

''KESEPIANKU''

ku rindu di sayangi dan dicintai
oleh seorang kekasih yang mencintaiku
dan diriku yang mencintainya
setulus putih salju yang membeku

benih tanpa noda setitikpun
dan hatiku yang slalu menyebut2 namanya
alangkah indahnya masa2 itu
dan aku rindu, merindunya

kesepian ini slalu menggrogoti hatiku
alangkah sepinya diriku tanpa kadirannya
meskipun diri ini nampak kokoh namun hati ini hancur
hancur tiada terkira

tolonglah aku, dari smua ini
yang slalu kutakutkan dalam hidupku
dan sempurnakanlah cintaku dari kesepianku
adakah seseorang yang menolongku dari kesepian ini

''TANPA CINTA''

Begitu pilu terasa hati karna tiada cinta di sisihmu
Dan alangkah bahagianya yang mendapatkan cinta
Yang terkadang membuat dunia milik berdua
Seisi dunia bagai anai-anai yang berterbangan kesana kemari

Oh bahagia dirinya karnanya.
Cinta dapat mengubah segalanya yang tak dapat kita lakukan sebelumnya
Hati yang gundah gulana seakan-akan slalu bahagia
Yang tak terduga sebelumnya

Tapi alangkah malangnya diri ini tanpa kehadiran cinta
Tak seguming pun rasa bahagia di hati ini
Dan tak dapat merasakan keajaibannya
Alangkah malangnya nasib ini

Gemeruluh sepi membisu slalu menyelimuti
Tiada sepatah kata pun yang dapat terucap di bibir ini
Namun tiada bisa menyasali semua ini
Karna cinta tak dapat di miliki olehku

Keajaiban cinta akankah datng dengan seiring waktu ini
Seurai kata yang akan terucap slaluterbengkalai
Tak sanggup hati untuk mengungkapkan
Karna cinta tak tumbuh di hatiku….

''KEHILANGAN''

Kau yang salu kupuja
Dan salu ku sanjung
Di dalam hatiku
Kini tlah tiada

Tiada dirimu
Yang slalu di hati
Inikah rasanya kehilangan cinta
cinta di hatiku

Meskin ku mencoba
coba tuk kembali untuk dirimu
Namun beratnya,
berat hati ini untuk mencitamu lagi

Hati ini yang akan slalu,
slalu kehilangan rasa cinta ku
Berat hti ini kehilangan engkau bidadariku
Karna hanya engkau yang slalu kurindukan

''TENTANG DIRIMU''

Angin sepi-sepoi berhembus merasuk ke dalam tubuh
Langit yang gelap ditemani sang bintang
Menjelma bulan yang slalu menemani malam
Sepi gumilir tiada henti

Hati yang terdiam mencoba ingin menjerit
Karna kepedihan yang slalu menyeliutiku
Hadirnya dirimu bagai penerangku
Yang slalu mendamaikan suasana hatiku

Duhai dinda engkaulah hidupku
Tentangmu yang slalu kukenang
Bukan ku hanya cinta kepadamu
Namun sayang yang teramat sangat

Goresan kata-kata yang dapat ku ungkapkan
Betapa rasa kehilangan dihati tanpamu
Untukmu dariku
Yang slalu mengagumi setiap detik tentang dirimu

''SEGORES LUKA''

Sepiku datang tak terwujud
Saat kau goreskan luka dihatiku
Meskipun rasa sakit itu begitu pedih
Namun rasa sayangku akan slalu abadi

Seiring berjalannya waktu
Hari demi hari pun berganti
Luka yang tlah kau semikan untukku
Takkan luntur sedikitpun

Karna hanya luka ini yang tlah tersisa
Untukku darimu yang slalu membuat
Seakan terobek hancur hatiku
Berselimut sakit tiada henti

Membuka setitik harapan untukku
Embun pun mulai mengalir mendatangkan mentari
Namunrasa ini takkan bisa terkikis
Hanya lamunan yang terdiam membisu
Yang dapat melupakannya

''KESEMPURNAAN CINTA''

Tatkala cinta datang menyambutmu peluk eratlah
Pegang erat jangan sampai kau melepaskannya
Tiada cinta yang lain seperti dia
Tatkala cinta tlah pergi darimu

Ungkapkanlah cinta jika engkau mencintainya
Karna cinta cepat pergi dan lenyap darimu
Dan cinta bagai bayangan yang semu
Di kejar tak datang terdiam akan datang

Kesempurnaan cinta yang abadi
Berselimut tiada henti
Bersama seseorang yang mengerti makna cinta
Menuai kebahagiaan tiada tara

Lambaian tangan manis menuai rindu
Teramat sangat dalam rasa hati
Tuk bisa bersama kembali
Atas nama kesempurnaan cinta ini

''''' maaf puisi diatas tidak diketahui siapa penciptanya ''''' ( N.N )

nah yang dibawah ini akan lengkap secara detail / penciptanya

''CATATAN HATI''

Oleh Ivane Wijaya
Ada sesuatu yang terasa hampa
saat langit langit semakin menua
ada sesuatu yang terasa berbeda
saat hujan hujan tertahan diantara mega
Sendiri dan sepi, aku ingin berlari
menelusuri mimpi yang tak kunjung menepi
atau haruskah aku hanya berdiri disini
mengeja bait pelangi yang hampir mati
Di penghujung hari...
Ketika senja berlalu dan pergi
Ketika hati ini terhenti bernyanyi
aku ingin kau kembali
disini, sekali lagi...!!!!
Ivane Wiejaya, September*

''SANG PENAKLUK CINTA''

Oleh Tiara Mela Sari
Sulit ku mengartikan rasa ini..
Padahal terlihat jelas dimataku.
Pikiranku berkata "ya "
dan hatiku berkata "tidak"
Saat semua terlukis jelas dihadapanku
kau tebarkan beribu kata kata indah
untuk dia..dia..dan mereka..
Mungkin aku adalah salah satu korban cintamu..
yang tak mudah untuk menghapus semua memori tentangmu..
Kamu benar benar sang penakluk hati..aku mengaku kalah..
atas semua yang kau beri..
bunga...kado..puisi..puisi..
semuanya terangkai indah untukku..
Kau sang peluluh hatiku..
aku terbuai dan terluka..

''CINTA SESUNGGUHNYA''

Oleh Kania Yuliasari
Kamu hadir membawa warna baru
Kamu obati luka ku tentang masa lalu
Kamu mampu mngubah kehidupanku
Jauh lebih baik dari kehidupan yang lalu
Kamu manusia sederhana yang mampu memberikan cinta yang luar biasa
Cinta yang tak mampu di ungkapkan oleh kata kata
Mendengar apa yg tidak dikatakan
Mengerti apa yang tidak di jelaskan
Terimakasih cinta....
Atas segala hal yang kamu berikan
Cinta tulus dan juga pengajaran tentang berbagai hal
Kamu telah mengajarkan apa itu menghargai, menerima, bersyukur, ikhlas dan mandiri
Kini ku mampu berdiri sendri dengan tenang melewati semua permasalahan pribadi
Dan kini aku telah mengerti apa itu hidup dan juga cinta sejati
Berharap setiap mimpi akan mnjdi nyata
Hidup bahagia bersama selamanya
Semoga rasa antara kita takkan pernah pudar bersama sang waktu
Sehingga Tiada celah bagi cinta yang lainnya

''PURNAMA TANPA AKHIR CERITA''

Oleh Astrie Linda
Kuceritakan lagi tentang purnama..
Suatu hari..
Pernah kubayangkan perihnya melihat purnama tersenyum dan pergi menuju arah yang berlawanan
Tepat!
Dipermulaan bulan Dzulhijah
Purnama akan segera pergi
Dan kotak hitam yang mengapung itu akan terseret ombak kehidupan
Hingga ia hilang tanpa arah yang pasti
Tidak ada akhir cerita..
Terima kasih kuucap untuk yang kesekian kali
Atas kesetiaanmu menemani menghiasi mimpi
Sampai aku terbangun kembali dan menyadari
Bahwa banyak nikmat Tuhan patut disyukuri
Kuingatkan padamu, simpan rapat rahasia yang pernah kubisikkan dimalam itu..
Malam indah yang sinarmu begitu sempurna
Cerita kita tidak akan pernah berakhir, Purnama
Karena Purnama akan selalu ada pada setiap waktunya..
''KEJORA CINTAKU''
Oleh Ayu Annafi

Kejora...
Puaskah kau membuat ku sedih
Disini aku menangisi-Mu
Saat kau memberikan kata-kata indah itu

Kejora...
Dimanakah engkau sekarang berada?
Pipiku kini terbasahi oleh tangisan
Sambil memanggil nama mu "Kejora"

Kejora...
Disini aku setia menunggumu .
Tetapi sekarang ,sudah berbeda dengan hari-hari yang lalu
Kini kau tak menemaniku .
Semoga kau tetap setia mengingatku

Kejora...
Kini,di hari-hariku hanya ada bayang-bayang mu
Kini di setiap doa-ku tak luput oleh nama mu Kejora ku
Kini di setiap malamku hanya cahaya kejora lah yang menemaniku
Selamat tinggal Kejora Cintaku

''SENDIRIKU DAN CINTA SEBENTARMU''

Oleh Brandal Santri
Jangan kau pinta keikhlasan,ketulusan
atau apapun yang kau sebut pengertian makna cinta
sebab hati telah tergadaibpadamu..
Jika ikhlas yang kau harap adalah perpisahan
jika tulus yang kau maksud adalah kepergian
jika makna cinta adalah keinginan saling menyakiti...
aku menyesal telah sepenuh hati mencintaimu
Jual saja hati serombeng cintamu!
Wahai cinta..
aku marah pada sepicik ingin tersembunyimu,
aku kecewa akan aroma parfum dan tebal gincumu,
aku mengira hati tak bisa terbeli,
aku menyangka cinta sehidup semati..
Khianat merampas nurani!
Ooo..pendusta cinta!
pergilah,jangan kau bawa kenang atas semua cintaku!
Ooo..jahanam cinta!
enyah dan bawalah semua sangka pada cinta rombengmu!
Biar sendiriku memahami cinta sebentarmu,
Ya,sendiri saja... 

''RASA YANG TAK PERNAH AKU ALAMI''

Oleh Niken Khalida Puteri
Tak apa jika senja berganti malam
Tak lama setelah itu
Sinar rembulan pun datang menghampiri
Namun sang bintang enggan menemani
Aku baik-baik saja
Ku hanya ingin sendiri
Hanya ingin habiskan rasa ini
Hanya ingin lukiskan senyummu dalam sepi
Tak apa jika ku menangis saat ini
Jika rinduku amat dalam dan perih
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku
Ku hanya ingin kau mengerti
Ini yang ku rasa dan takkan ku ingkari
Ku hanya ingin sendiri
Diam,mengunci bibirku dan sendiri
Tak apa jika ku menangis saat ini
Untukmu yang kusayangi
Untuk kita,kau,aku dan kini
Untuk sebuah alasan yang tak pernah ku pahami
Jadi biarkan ku sendiri malam ini
Tak apa jika ku menangis karena ku masih punya hati
Tuk merasa,tuk meminta,tuk memberi
Tuk berharap dan untuk mencintai dirimu